Senin, 12 Januari 2015

Aku ...
bukan tak ingin menceritakan apa yg aku alami, tapi aku takut tdk dipedulikan.

Aku bukannya tak mau bersama orang lain selain sendiri, tapi aku takut di abaikan.

Aku bukan ingin menutup diri, tapi aku takut tak ada yg sanggup dengan kekurangan ku.

Aku bukan tak ingin mencoba, tapi aku takut sia sia

Aku bukan putus asa karna semua sia sia, tapi aku takut aku jatuh

Aku bukan tak berani luka karna jatuh, aku takut jika saat aku jatuh tak ada yg membantuku berdiri lagi

Aku bukan tak bisa berdiri sendiri karna jatuh itu, karna aku bisa saja jatuh berkali kali dan tak mungkin selalu ada seseorang untk ku, tapi aku hanya takut aku tak bisa menangis dan tersenyum untuk dia yang menjadi salah satu prioritasku juga.

Selasa, 02 September 2014

Coret namamu cepat!

.. walaupun kita  harus saling mencoret nama  kita sendiri,
Ku biarkan kau yang pertama mencoret namamu sendiri,

Agar aku punya alasan untuk marah padamu,
Agar aku dapat mencoret namaku sendiri nantinya
Agar aku benar2 yakin kau memang tak lagi peduli
Agar aku dapat melepaskan topeng yang selalu diam..
Dan selamanya aku dapat marah denganmu

Cepatlah, coret namamu!!

Selasa, 04 Februari 2014

No reason to love

A reason is not for love.

ceritakan tentang janjiku, ketika jermari manis terpaut kala itu, sebuah kesetian saat dunia berubah menjadi hidam dan putih.

stay


aku menyelinap diantaranya, diantara mereka yang berbeda denganku, dan aku yang tak sama seperti mereka
sehingga kau dapat melihatku, melihat harapan ku.

kau yang tinggal di negeri kayangan, negri dewa dahulu..
lihatlah aku disini, yang memudahkan mu untuk kau lihat.

Sang Langit

Tulisan sang malam..
terawangan resah membalur sebongkah fragmen dalam sejarah yang tak pernah menjadi frasa dalam cerita.
membuka penalaran dalam otak bahwa takdir bukan dari langit, namun tuhan..

Kenapa-kah aku?
aku kah yang terlalu menikmati kisah mu ataukah waktu yang menarikku,
menggenggam kesengsaraan pada pelupuk hati untuk merasakan air mata?!


Langit tak akan berkata padaku,
gumaman guruh cukup aku tau bahwa kau akan bersedih..
siaplah takdir mu bersama dengan takdir ku.

Tentang takdir

Di depan kesempatan adalah pilihan yang harus kau ambil. –pangeran langit,aveus har

Takdir bukanlah sekedar garis pada tanganmu,
tapi ‘bagaimana’ pada langkah kaki yang kau ayun menghampirinya..

Hidup bahkan tak secepat seperti lambayan tangan selamat tinggal,
tapi pikiran untuk mengulurkan jemari pada kesusahan yang datang untuk bersahabat.

Bait yang pendek menggantung resah perasaan
desahan nafas terdengar namun berkata pun tidak berguna
jika akhir takdir yang akan berkata.

Semua pertemuan, seberat hela nafas bila aku tak melangkah,
takdir berkata kau ada disana, tidak akan bertemu kita insan yang patuh..

‘(keputusan yang salah setidaknya telah di ambil lebih baik daripada menyerahkan segalanya dengan lemah)’

Cover Of Heart

Ketegaran penyampul rapuh,
ketampaan perkasa elang menutupi resah
kesakitan yang mengeraskan hati karna luka masa lalu
pada hidup yang haru biru sore ini..

Apa yang salah?
aku hanyalah seorang pecinta angkasa,
kerinduan menyentuh langit biru
saat awan masih terbentang terang
sebelum ufuk timur menjemput matahariku


Apa ku fikir resahku terbalut oleh sang awan,
kapas langit pada tumbuhan dunia atas
terlalu jauh untuk ku dapatkan.
aku butuh kesederhanaan saja untuk kelegaan.
terbalut pelukmu pasti meredakan..

hanya cahaya untuk awan gelap dari jingga.
Sunshine for cloudy
Jingga_