Di depan kesempatan adalah pilihan
yang harus kau ambil. –pangeran langit,aveus har
Takdir
bukanlah sekedar garis pada tanganmu,
tapi ‘bagaimana’ pada langkah kaki yang kau ayun menghampirinya..
Hidup bahkan
tak secepat seperti lambayan tangan selamat tinggal,
tapi pikiran untuk mengulurkan jemari pada kesusahan yang datang untuk bersahabat.
tapi pikiran untuk mengulurkan jemari pada kesusahan yang datang untuk bersahabat.
Bait yang
pendek menggantung resah perasaan
desahan nafas terdengar namun berkata pun tidak berguna
jika akhir takdir yang akan berkata.
desahan nafas terdengar namun berkata pun tidak berguna
jika akhir takdir yang akan berkata.
Semua
pertemuan, seberat hela nafas bila aku tak melangkah,
takdir berkata kau ada disana, tidak akan bertemu kita insan yang patuh..
takdir berkata kau ada disana, tidak akan bertemu kita insan yang patuh..
‘(keputusan
yang salah setidaknya telah di ambil lebih baik daripada menyerahkan segalanya
dengan lemah)’
Tidak ada komentar:
Posting Komentar