Selasa, 04 Februari 2014

road for and of dream alley

Sandaran bahu yang menyendiri
memulainya pengembaraan imajinasi
menikmati hidup dalam hayalan mengulur ramah sebaris cerita
menjadikannya mata untuk bait puisi, seolah dunia nyata kutinggalkan sementara.

Melewati lorong mimpi,
hitungan detik mengalunkan musik
yang melelapkan mata untuk semakin tertutup.

Jalanan sunyi nya hanya lah aku disana
semakin membawa diriku sampai padanya..

Pangeran ketika senja yang kutemui
pada rumput yang terpijak meneriaki kejujuranku
Bahwa ‘aku mencintaimu’

Hanya sekejap sebelum jingga menyeruap gelap
kekecewaan karnanya tak akan jadikan tempat menetap pada hati
jika dia pangeran senja yang mencintaiku,
dia aka jadi fajar sebelum hangatnya matahari sesungguhnya
J

'Bukan seperti apa dia merubah ku. Tetapi,
siapa aku bersamanya dan,
bagaimana dia saat bersama ku.


semua bukan kenyataan jika aku tak terus melangkah.'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar