Selasa, 04 Februari 2014

Hujan

Hujan,
suara derai-nya yang melerai jalan menjadi hening
hanya alunan titik air yang deras
mengurung melodi musik menjadi tak terdengar

Hujan,
rinai-nya menahanku dalam singgasana sepi bersendiri
hanya memandang dibalik celah jendela
melihat dia turun menari nari dari atas awan

Hujan,

bahagia yang terabaikan..
hanya tersenyum simpul dengan kedatangannya
hanya mata yang memancarkan keinginan sebenarnya..
andaikan kau lihat itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar